Puteri Esmat Al-Dowleh, menjadi kegilaan ramai sehingga 13 pemuda bunuh diri kerana dia……

Wanita keturunan bangsa Persia sangat dikenali dengan hidung mancung dengan sorotan mata galak yang menggoda. Itu juga adalah yang membuat banyak lelaki di berbagai belahan dunia mencari jodoh di negara-negara Iran, Turki (keturunan Persia) dan sekitarnya. Namun siapa sangka, pada tahun 1850-an standard bangsa Persia sangat berbeza dengan sekarang.

Melihatkan wajahnya mungkin ramai tidak percaya, namun berkumis dan badan agak gemuk merupakan ciri wanita cantik zaman dulu di Persia. Dan yang paling terkenal dengan kecantikan itu adalah Esmat al-Dowleh, salah satu putri raja waktu itu yang jadi inspirasi dan kata budak-budak Kpop, ‘idol’ wanita cantik bagi penduduknya.
Anak perempuan dari Raja Nasir al-Din Shah Qajar ini menjadi rebutan ramai lelaki karena waktu itu dianggap jadi yang paling mempesona.

Putri Esmat ternyata juga dikenal sebagai pemain piano pertama pada zamannya. Hal ini diketahui saat ayahnya mengimport piano ke Persia. Tidak hanya itu, kegemarannya dalam menulis juga membuatkan sang raja semakin bangga pula melihat puterinya menjadi idola rakyat yang berkebolehan dan cantik. Puteri hebat ini juga dikenali sebagai “keberanian melampaui kebanyakan wanita” ketika itu.

Namun kisah hidup Puteri Esmat menjadi lagenda kerana walaupun sudah berkali-kali dilamar oleh ramai jejaka namun kebanyakan berakhir penolakan. Dikatakan kalau ada 13 orang di antara mereka membunuh diri kerana lamaran mereka ditolak. (biar betul!)

Walaupun beliau gemar menolak lamaran sesuka hati (al-maklumlah orang cantik…), namun akhirnya beliau terpaksa akur apabila bapanya, Raja Nasir al-Din mengahwinkan beliau dengan salah seorang jeneral muslim hebat pada abad ke-12 iaitu Nur ad-Din Zangi. Perkahwinan ini meruapakan salah satu syarat dalam perikatan rundingan ayahnya dengan pihak Zengid dari Aleppo.

Apabila suaminya meninggal dunia, sekali lagi Esmat bernikah dengan salah seorang jenaral kerajaan peninggalan suaminya yang bernama, Salahudin. Sepuluh tahun kemudiannya, Puteri Esmat jatuh sakit akibat wabak Malaria (ketika itu penawar Malaria belum ditemui}. Beliau akhirnya meninggal dunia pada 26 Januari 1186 dan berita itu hanya diketahui oleh suaminya, Salahudin 3 bulan selepas kematiannya. Dia akhirnya dikebumikan di Jamaa ‘al-Jadid di Damsyik.

Di Damsyik, dia adalah pelindung bangunan agama banyak, termasuk madrasah dan makam bagi bapanya.

Apabila melihat wajahnya di foto terus rasa kagum dan respect pada wanita ini. Tidak perlu plastik surgeri dan krim pemutih untuk menjadi cantik dan tidak perlu applikasi ‘beauty’ untuk nampak perfect depan kamera. Hanya perlu jadi diri sendiri. Tapi ada ke orang yang berani pakai macamni sekarang ??

Sumber: awanggoneng.com

Ini puncanya kenapa semua kereta ini ditinggalkan di dalam hutan!! Sungguh tak sangka!!

 

70 Tahun yang Lalu Ada Kesesakkan Lalu Lintas Luar Biasa, Kemudian Semua Orang Balik dan Berjalan Pergi Meninggalkan Kereta Mereka!

Kira-kira begitulah pemikiran orang tentang apa yang terjadi, ketika melihat pemandangan ini. Dan itu ertinya, kemacetan lalu lintas ini akan bertahan selamanya! Di kota Chatillon, Belgia, mobil-mobil ini telah tidak bergerak selama sekitar tujuh puluh tahun. Lamanya!!

Ada beberapa legenda tentang asal mula kumpulan mobil ini. Salah satunya adalah, mobil-mobil ini adalah “hadiah” yang dibawa tentara Amerika dari Perang Dunia Kedua.

Pihak tentera memutuskan untuk membawa pulang semua aset yang disita dari Jerman setelah perang.

Namun, ada satu hal yang mencegah mereka kembali ke Belgia. Mungkin biaya untuk mengangkut mobil melintasi samudera ternyata sangat mahal.

Dan mobil-mobil itu terpaksa tetap menunggu pemiliknya di hutan. Menurut versi lain, peristiwa itu benar-benar adalah karena kemacetan.

Alasannya adalah bahwa kedua hujung jalan itu diblokir dan pengemudi terpaksa turun dari kendaraan mereka.

Nah, ada lagi teori praktis ketiga yang paling mungkin, mengatakan bahwa semua mesin mobil ini sudah digunakan sampai rusak, dan inilah tempat peristirahatan terakhir mereka.

Memperkuat teori ketiga adalah fakta bahwa banyak mobil di sana yang diproduksi sebelum tahun 1940an. Ertinya, mobil-mobil ini sudah ada beberapa tahun sebelum orang Amerika berangkat perang setelah tahun 1945.

Secara keseluruhan, “kuburan” ini berisi sekitar lima ratus mobil. Gambar suram seperti itu tidak bisa dilupakan oleh siapa pun yang pernah melihatnya.

Satu episode serial “Walking Dead” yang popular di Amerika, di filemkan di hutan Châtillon.

Di pertengahan dan akhir abad ke-20, pihak berwenang tidak terlalu peduli dengan ekologi, dan karena itu mereka memutuskan untuk meninggalkan “zhelezyaki” yang membusuk di hutan.

Baru pada tahun 2010 orang Belgia memikirkan bahaya akan mobil berkarat terhadap lingkungan hutan dan berusaha membongkar pemakaman mobil ini.

Lambat laun, hutan ini dibersihkan dari mobil-mobil yang ada. Karena tidak ada penjagaan sama sekali, beberapa mobil sudah menghilang dari sini sebelum tahun 2010.

Apalagi sekarang, rasanya pihak tentera AS sudah tidak mungkin bisa sampai ke hutan Belgia dan membawa trofi perang mereka ke rumah.(asm/yant)

Sumber: belogfadah